Please wait. We're checking your browser...

Universitas Tarakanita

Cerdas, Berintegritas, Bermakna.

Informasi

Follow Us

Wisuda Perdana Universitas Tarakanita 2026, Transformasi Menuju Kampus Berdaya Saing

Jakarta — Universitas Tarakanita menggelar wisuda tahun 2026 yang menjadi momen bersejarah sekaligus penanda transformasi kelembagaan dari STARKI menjadi universitas. Acara yang berlangsung di Jakarta ini diikuti sebanyak 126 wisudawan dan mengusung tema *“Cerdas dalam Pengetahuan, Berintegritas dalam Tindakan, Bermakna dalam Kontribusi.”*

Rektor Universitas Tarakanita, Antonius Singgih Setiawan, menjelaskan bahwa wisuda kali ini memiliki makna ganda, yakni sebagai wisuda terakhir bagi lulusan STARKI sekaligus wisuda perdana bagi Universitas Tarakanita.

“Ini adalah wisuda perdana dalam konteks universitas, tetapi juga menjadi penutup perjalanan STARKI. Total ada 126 wisudawan, yang terdiri dari lulusan D3 Sekretari dan S1 Ilmu Komunikasi, yang sebagian besar telah menyelesaikan proses akademik sebelum transformasi kelembagaan,” ujarnya, Jakarta, Sabtu (18/4).

Ia menambahkan bahwa proses administratif menjadi bagian penting dalam transisi tersebut, terutama terkait status kelulusan dan penerbitan ijazah.

“Secara prinsip, mahasiswa yang lulus sebelum 23 September 2025 tetap tercatat sebagai lulusan STARKI. Namun, melalui proses administrasi yang berjalan, seluruhnya kini dapat mengikuti wisuda dalam momentum yang sama,” jelasnya.

Lebih lanjut, Antonius menegaskan bahwa perubahan status menjadi universitas bukan sekadar perubahan nama, melainkan bagian dari upaya meningkatkan kapasitas layanan pendidikan.

“Transformasi ini kami arahkan untuk memperluas cakupan program studi dan meningkatkan kualitas layanan akademik. Jika sebelumnya hanya dua program studi, kini berkembang menjadi lebih beragam, termasuk bidang informatika, sistem informasi, hingga bisnis digital,” katanya.

Ia juga menyampaikan harapan agar ke depan Universitas Tarakanita dapat meluluskan lebih banyak mahasiswa dari program-program baru yang tengah dikembangkan.

“Mungkin pada wisuda kedua atau ketiga ke depan, kita sudah melihat lulusan dari program studi baru. Ini bagian dari proses bertahap dalam membangun universitas yang lebih komprehensif,” tambahnya.

Pendekatan Adaptif

Dalam kesempatan tersebut, Antonius turut menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang adaptif dan inklusif, termasuk melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

“Kami juga membuka kesempatan bagi lulusan dari berbagai latar belakang untuk melanjutkan pendidikan melalui skema pembelajaran yang fleksibel. Ini penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang,” ungkapnya.

Selain menandai kelulusan mahasiswa, wisuda ini juga mencerminkan capaian institusi dalam memperkuat kualitas akademik. Universitas Tarakanita saat ini terakreditasi B oleh BAN-PT serta didukung oleh puluhan mitra strategis, penelitian dosen, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Sejumlah tokoh turut menyampaikan apresiasi dalam momentum tersebut, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo, serta Pimpinan Redaksi Kompas TV Rosiana Silalahi.

Dalam pesannya, Brian Yuliarto menekankan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal dari peran baru lulusan di tengah masyarakat. Senada dengan itu, Rosiana Silalahi mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan memanfaatkan ilmu untuk memberi dampak nyata.

Wisuda perdana ini menjadi simbol awal perjalanan baru Universitas Tarakanita sebagai institusi pendidikan tinggi yang terus berkembang. Dengan penguatan program akademik, jejaring kemitraan, dan komitmen terhadap kualitas, kampus ini menargetkan diri menjadi perguruan tinggi yang relevan dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.

Our Newsletter

Masukkan email Anda dan kami akan mengirimkan informasi lebih lanjut.