Please wait. We're checking your browser...
Cerdas, Berintegritas, Bermakna.
10 Januari 1968 – Tarakanita didirikan oleh Sr. Emmanuella CB sebagai respon atas keterbatasan akses pendidikan perempuan, dengan mendirikan Lembaga Pendidikan Kejuruan Tarakanita (LPK Tarakanita) untuk pendidikan calon sekretaris.
Membuka pendidikan sekretaris tingkat B dengan lama pendidikan satu tahun (dua semester) untuk menampung lulusan tingkat A yang masih ingin meningkatkan pengetahuan bidang kesekretarisan. Lulusan tingkat B disebut Sekretaris Direksi I.
Membuka pendidikan sekretaris tingkat C dengan lama pendidikan satu semester (dua triwulan) untuk menampung lulusan tingkat B yang masih ingin meningkatkan pengetahuan bidang kesekretarisan dengan penekanan pada keterampilan stenografi Bahasa Inggris dan penguasaan Bahasa Inggris. Lulusan tingkat C disebut Sekretaris Direksi II.
Sejak Januari 1977, lama pendidikan Sekretaris Direksi II berubah dari satu semester (enam bulan) menjadi satu tahun. Dengan adanya perubahan itu, lama pendidikan Sekretaris Direksi II menjadi tiga tahun.
Berdasarkan Surat Keputusan Koordinator Kopertis Wilayah II, Nomor 96 Tahun 1978 tanggal 9 Agustus 1978, mengukuhkan perubahan nama Lembaga Pendidikan Kejuruan Tarakanita menjadi Akademi Sekretari/Lembaga Pendidikan Kejuruan Tarakanita atau lebih dikenal dengan Aksek/LPK Tarakanita yang menyelenggarakan pendidikan diploma dengan lama pendidikan enam semester.
Berdasarkan Keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah II No. 081/10/1981 tanggal 23 Februari 1981, Aksek/LPK Tarakanita ditetapkan berstatus “Terdaftar”. Kemudian sesuai Keputusan Koordinator Perguruan Tinggi Swasta Wilayah II Nomor 0310/O/1987 tanggal 8 Juni 1987, Aksek/LPK Tarakanita statusnya menjadi “Diakui”.
Pada bulan Agustus 1990 menempati kampus baru di Kompleks Billy & Moon, Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Gubernur DKI Jakarta,
Bapak Wiyogo Atmodarminto meresmikan kampus di Pondok Kelapa pada 24 November 1990.
Gedung perkuliahan yang lengkap seluas 15.000 m2 yang terdiri dari ruang aula, ruang kelas, laboratorium, kantor, perpustakaan, asrama, kafetaria, biara, bangunan penunjang, serta lapangan parkir yang luas.
Pada akhirnya, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0258/O/1991 tanggal 16 Mei 1991,
Aksek/LPK Tarakanita berstatus “Disamakan”.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 218/D/O/2008 tanggal 22 Oktober 2008 tentang Pemberian Izin Penyelenggaraan Program Studi Ilmu Komunikasi (S1) dan Perubahan Bentuk Akademi Sekretari Tarakanita Menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita, yang dikenal dengan nama STIKS Tarakanita.
Competency Award
Pada tahun 2009, Menerima Competency Award dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi berdasarkan Keputusan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor KEP80/BNSP/VII 2009 tanggal 24 Juli 2009.
Setelah lima puluh tahun mengabdi bagi negeri, STARKI melakukan rebranding dengan menggunakan nama STARKI sebagai identitas perguruan tinggi serta menggunakan logonya yang baru.
STARKI masuk dalam klasterisasi 50 besar (pada urutan ke-46) dari 2.136 perguruan tinggi swasta dengan mendapatkan skor 1.281, yang diumumkan oleh LLDikti wilayah III 2020 DKI Jakarta pada pertengahan Agustus 2020.
Pada 23 September 2025, melalui Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, STARKI resmi bertransformasi menjadi UNIVERSITAS TARAKANITA.
Universitas Tarakanita hadir dengan fakultas eksakta dan non-eksakta, dengan program studi D3 Sekretari, S1 Ilmu Komunikasi, S1 Informatika, S1 Teknik Sipil, S1 Sistem Informasi, dan S1 Bisnis Digital.
Dengan slogan Cerdas, Berintegritas, Bermakna, Universitas Tarakanita meneguhkan diri sebagai lembaga pendidikan yang bukan hanya melahirkan lulusan unggul, tetapi juga pribadi berintegritas, yang membawa makna bagi sesama dan bangsa.
Universitas Tarakanita
Cerdas, Berintegritas, Bermakna
Ada pertanyaan? Hubungi kami