Please wait. We're checking your browser...

Universitas Tarakanita

Cerdas, Berintegritas, Bermakna.

Informasi

Follow Us

Universitas Tarakanita Resmi Berdiri, Bimas Katolik Dorong Mutu dan Spirit Pelayanan

Jakarta, DBKat – Peresmian Universitas Tarakanita menjadi momentum bersejarah bagi dunia pendidikan di Indonesia. Dalam sambutannya, Dirjen Bimas Katolik Suparman menegaskan, lahirnya Universitas Tarakanita (UTArki) adalah tonggak baru dalam perjalanan panjang transformasi Pendidikan Tinggi Katolik di Indonesia.

Menurut Suparman, perubahan bentuk dari Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (STArki) menjadi Universitas Tarakanita (UTArki) adalah manifestasi nyata dari semangat transformasi, keberanian untuk berinovasi, serta tekad kuat untuk terus melayani dunia pendidikan dengan cara yang lebih luas, mendalam, dan berdampak.

“Transformasi bukan sekadar perluasan program, melainkan perwujudan paradigma baru, dari pendidikan yang menekankan keterampilan/vokasi, menuju pendidikan akademik yang memadukan keterampilan, kecerdasan intelektual, teknologi, spiritual, dan moral secara utuh,” ujar Suparman. 

“Kami ingin menyebut inilah simbol dari transformasi holistik yang sejati. STArki ke UTArki adalah langkah strategis untuk memperluas khasanah keilmuan dan memperdalam komitmen terhadap mutu,” lanjutnya.

Dirjen Bimas Katolik juga menekankan, pendidikan tinggi di abad ke-21 tidak lagi dapat dipahami sebagai menara gading yang terpisah dari realitas sosial. Ia harus menjadi atmosfer pembelajaran dan ekosistem tempat tumbuhnya gagasan, nilai, dan karakter manusia yang utuh, yang memandang ilmu sebagai jalan pengabdian. 

“UTArki, dengan spirit Tarakanita yang berakar pada nilai-nilai kasih, pelayanan, dan ketulusan, memiliki potensi besar menjadi model universitas Katolik modern, yang tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menanamkan kebijaksanaan hidup. Karena itu, saya percaya, integrasi antara kompetensi akademik, karakter moral, dan spiritualitas pelayanan adalah fondasi utama yang akan menjadikan UTArki unggul di tengah arus disrupsi digital dan perubahan global,” tutur Suparman.

Lebih jauh Suparman mengingatkan transformasi yang sudah dilakukan UTArki tidak boleh berhenti pada perubahan bentuk saja tapi berlanjut pada peningkatan kualitas atau mutu yang berkelanjutan.

“Saya berpesan, transformasi seperti ini tidak boleh berhenti pada perubahan bentuk, namun ini adalah perjalanan menuju kualitas atau mutu yang berkelanjutan. Kekuatan UTArki diharapkan tidak hanya teletak sebagai episentrum pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi laboratorium kemanusiaan tempat di mana etika, moral, empati, serta tanggung jawab sosial menjadi nadi kehidupan akademiknya,” tegasnya.

Kita perlu memastikan bahwa setiap lulusan UTArki bukan hanya siap kerja, tetapi juga siap menjadi agen perubahan yang mampu membawa nilai-nilai kasih dan keadilan dalam setiap sektor kehidupan,” tutup Suparman.

Universitas Tarakanita
Cerdas, Berintegritas, Bermakna

Ada pertanyaan? Hubungi kami

Our Newsletter

Masukkan email Anda dan kami akan mengirimkan informasi lebih lanjut.