Please wait. We're checking your browser...
Cerdas, Berintegritas, Bermakna.
KOMPAS.com – Berdiri sejak 1968, mulai 23 September tahun 2025 Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi dan Sekretari Tarakanita (Starki) naik status menjadi universitas. Universitas Tarakanita atau Utarki memiliki Fakultas Eksakta dan Fakultas Non Eksakta. Dahulu prodi yang tersedia hanya Ilmu Komunikasi (S1) dan Sekretari (D3). Dengan perubahan status ini ada empat prodi sarjana yang dibuka yakni Teknik Sipil, Informatika, Sistem Informasi, dan Bisnis Digital. “Universitas Tarakanita terpanggil untuk menghadirkan pendidikan yang mengembangkan cerdas, berintegritas, dan bermakna,” ucap Ketua Pembina Yayasan Pendidikan Tinggi Tarakanita, Dr. Sr. Yustiana Wiwiek Iswanti CB, M.Pd., dalam acara peresmian di kampus yang berlokasi di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Rabu (22/10/2025).
Sr. Yustiana menambahkan, perguruan tinggi Katolik ini berkomitmen mengembangkan pendidikan tinggi yang inklusif untuk semua kalangan tanpa terkecuali. “Salah satu strategi adalah kami membidik masyarakat menengah ke bawah yang tak dapat kesempatan mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi tetapi memiliki potensi dan kemauan kuat untuk maju dan ambil bagian di dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia,” tutur Sr. Yustiana. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. memandang naik level menjadi universitas ini menandai kematangan, kesiapan dan komitmen institusi untuk terus tumbuh dan berkontribusi besar bagi dunia pendidikan tinggi di Indonesia. “Transformasi ini tentunya menjaminkan semangat keberanian untuk berlangkah ke depan, menatap masa depan dengan optimisme dan menjawab tantangan zaman dengan inovasi. Di tengah dinamika dunia yang bergerak begitu cepat, universitas memiliki perang vital untuk menjadi poros penggerak perubahan. Tempat di mana pengetahuan, karakter dan kepedulian sosial dipadukan menjadi kekuatan bagi kemajuan bangsa,” ujar Henri.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno juga turut hadir dan mengucapkan selamat. “Saya berharap Universitas Tarakanita dapat menjadi mitra strategis pemerintah provinsi DKI Jakarta dalam memperkuat pembangunan daerah baik di bidang pendidikan, ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat maupun pengembangan sumber daya manusia,” kata Rano Karno. Mendengar belum ada transportasi umum yang melewati UTarki, Rano berjanji akan menyiapkan Mikrotrans atau JakLingko.
Biaya kuliah tanpa uang Pangkal
Sr. Yustiana memastikan biaya kuliah di Utarki sangat terjangkau dan juga ada kelas khusus karyawan yang bisa diakses di berbagai tempat. Rektor Dr. Antonius Singgih Setiawan, S.E., M.Si., Ak membeberkan bahwa UTarki menerapkan sistem uang kuliah tunggal atau uang semester tanpa uang pangkal. “Jadi kami tidak akan ada variable cost, tidak ada biaya yang lain. Kami murni menggunakan UKT. Kami tidak membebankan mereka biaya uang gedung atau uang pangkal,” ujar Antonius Singgih. Uang semester tersebut antara Rp 3 juta sampai Rp 3,5 juta. “Bahkan kami juga boleh bagi mahasiswa untuk mengangsurnya per bulan,” ungkapnya.
Tawarkan Beasiswa
Selain biaya kuliah yang “ramah”, Utarki juga menyediakan beasiswa. “Bentuk-bentuk yang sudah terjadi ada beasiswa yang program yayasan, tetapi juga ada pihak lain melalui kami yang menunjuk, selain program-program pemerintah,” tutur Sr. Yustiana. Untuk beasiswa dari pemerintah yang berlaku adalah KIP Kuliah. Sementara dari lembaga Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) ada program Ayo Sekolah Ayo Kuliah (ASAK). “Kemudian di yayasan tadi skema-skema kenapa biaya-biaya kita menjadi sangat ekonomis, sangat terjangkau? Itu karena yayasan menghitung sebagai sebuah bentuk beasiswa bagi siapapun,” jelas Antonius Singgih menambahkan.
Bisa dicicil
Uang semester yang ditetapkan Utarki sifatnya tidak mengikat. Artinya, pembayarannya pun bisa dilakukan dengan cara dicicil.”Yang Rp 3 juta pun personal. Ketika mahasiswa itu bisanya nyicil, enggak masalah. Juga masih ada potongan-potongan,” kata Sr. Yustiana. “Jadi yang standar adalah Rp 3 juta. Tetapi ada yang non-standar. Non-standar berbasis pada keprihatinan mahasiswa kondisi ekonomi,” imbuhnya.
Universitas Tarakanita
Cerdas, Berintegritas, Bermakna
Ada pertanyaan? Hubungi kami